15 Jun 2016
Introduction
Untuk para developer mobile, pasti sudah tidak asing dengan webservice atau biasa di sebut API. Apa itu API? penjelasannya bisa dilihat di sini. Tapi, di artikel ini saya tidak membahas tentang API. Di artikel ini saya akan coba menjelaskan bagaimana cara add certificate ke dalam http url connection. Hal ini dibutuhkan ketika kita mengakses suatu API yang membutuhkan ssl certificate untuk sekuritasnya. Di sini saya akan menjelaskan menggunakan library volley pada platform mobile Android.
Apa itu SSL Certificate?
SSL singkatan dari Secured Socket Layer. SSL Certificate ini berfungsi untuk mengamankan transaksi data melalui http url. Biasanya situs yang membutuhkan security menggunakan ‘https://’. Transmisi data seperti informasi kartu kredit, nama pengguna dan password account, semua informasi sensitif lain harus diamankan untuk mencegah eavesdropping, pencurian data pada saat proses transaksi online, dan lain-lain. Sertifikat SSL dapat mengamankan data tidak hanya diaplikasikan melalui situs web saja tetapi dalam transmisi email pun dapat dijamin dengan SSL ini. Berikut juga dengan API, karena API ini adalah jembatan antara server dengan aplikasi frontend dalam transmit data. Lebih lengkapnya bisa baca artikel berikut.
... [read more]
11 Jun 2016
Saat melakukan deployment server, hendaknya langkah-langkah di bawah ini dapat menjadi referensi agar tidak terperangkap berjam-jam karena kesalahan yang sama.
1. Periksa minimum server requirement untuk deployment aplikasi (versi PHP, MySQL)
Untuk developer Laravel, bisa menggunakan vagrant dengan mengatur spesifikasi vagrant seperti server target deployment.
2. Periksa domain, IP server, dan DNS server
Saat SSH tidak dapat dilakukan, cek terlebih dahulu domain dan IP address, apakah sama atau tidak. Server yang baru dimigrasi ke provider hosting lain memiliki kemungkinan DNS server belum di-point ke lokasi yang benar. Command seperti ping, whois, sangat berguna untuk memastikan keselarasan domain dan server.
... [read more]
11 Jun 2016
Pernah menggunakan validasi pada Laravel dan bingung ketika fungsi validasi yang anda inginkan tidak ada di Available Validation Rules? Jangan khawatir, anda dapat implementasikan fungsi validasi anda tersebut sendiri!
Di dokumentasi Laravel, bagian Custom Validation Rules, telah dibahas cara untuk menambah fungsi validasi sendiri dengan menggunakan fungsi Validator::extend()
di fungsi boot()
pada AppServiceProvider. Namun apa yang terjadi jika anda harus mengimplementasikan banyak custom validation rules? Tentunya deklarasi fungsi tersebut akan banyak dan tidak teratur. Selain itu, posisi deklarasi fungsi yang banyak tersebut saya nilai tidak tepat mengingat lokasinya terletak di AppServiceProvider (service provider untuk sebuah aplikasi), sedangkan ini adalah custom validation rules. Lalu bagaimana caranya?
... [read more]
29 May 2016
Introduction
Saat ini, kompleksitas aplikasi mobile hampir sama dengan aplikasi desktop maupun web. Aplikasi mobile yang mengharuskan load data besar, biasanya membutuhkan database internal / local database. Hal ini akan membantu untuk memperkecil size aplikasi yang diupload ke store karena data akan diload ketika aplikasi first initiate.
Apa itu Realm?
Seperti judul di atas, Realm adalah mobile database. Ya, database yang digunakan untuk penyimpanan data secara local pada aplikasi berbasis mobile. Mungkin kalian akan berpikir “kan ada sqlite?”, “bedanya dengan sqlite apa?”. Realm dan Sqlite sama merupakan database mobile, namun ada bedanya. Dilansir dari situs resminya realm.io, bahwa “Realm is a replacement for SQLite & Core Data”. Hmmm… apa ya maksud nya? Yupz, Realm menggantikan konsep SQlite yang based on SQL syntax dengan konsep based on Object. Hal inilah yang membuat realm lebih cepat dan lebih ringan dibandingkan dengan SQLite. O iya, Realm ini sudah release 1.0 per 25 May 2016 kemarin loh, sejak pertama kali dibuat pada Juli 2014 hingga release, sudah 13,949 Commit dan 6,148 Issues terselesaikan. Jadi jangan khawatir realm ini belum stabil ya. Insya Allah Realm ini pasti stabil.
... [read more]
26 May 2016
Penggunaan Bahasa
-
Penamaan variable, class, method dan dokumentasi pada kode program secara default menggunakan bahasa Inggris.
- Penamaan tabel dan kolom pada database secara default menggunakan bahasa Inggris tanpa menggunakan prefix / suffix. Aturan penamaan sebagai berikut:
- Plural noun (misal: users, products dan classes) untuk nama tabel
- Singular noun (misal: name, email dan password) untuk nama kolom / atribut.
-
Penggunaan bahasa pada tampilan antar muka aplikasi (misal: navigasi, tabel, tombol dan dialog) secara default menggunakan bahasa Indonesia.
-
Setiap aturan penggunaan bahasa yang tercantum pada poin ‘a’ sampai ‘c’ di atas dapat disesuaikan dengan permintaan dari product owner / client.
- Setiap aturan penggunaan bahasa yang tercantum pada poin ‘a’ sampai ‘d’ di atas harus diterapkan secara konsisten dan menyeluruh.
... [read more]